Perayaan Kemerdekaan sebagai Upaya Peningkatan Moral Siswa

17 Agustus 1945, proklamasi pengintegrasian Indonesia pertama kali di serukan. Sekarang, 72 tahun setelahnya, sesuai tradisi, perayaan kemerdekaan dimeriahkan di sepenjuru bangsa. Namun, apakah Anda tau pentingnya pesta tersebut? Temukan jawabannya di esai berikut ini.

 


17 Agustus 2017 lalu – satu-satunya hari dalam tahun ini yang dikeramatkan oleh segenap bangsa – dirayakan sebagai hari proklamasi atau hari kemerdekaan Negara Indonesia. Tepat 72 tahun setelah proklamasi kedaulatan dan pendirian Negara Indonesia pertama kali diserukan. Seluruh lapisan masyarakat merayakannya, tak terkecuali para siswa. Masalahnya, dewasa ini, masyarakat cenderung menyepelekan nilai-nilai dari perayaan kemerdekaan. Padahal, kegiatan ini berguna sebagai upaya peningkatan moral siswa yang dimana akan saya jelaskan selanjutnya.

 

 

 

g.10
Sumber: google.images

Pertama, peningkatan rasa syukur dan rasa terima kasih. Hal ini terdapat dalam agenda perayaan kemerdekaan paling umum dan penting, upacara pengibaran bendera merah-putih. Sesungguhnya, pengibaran bendera yang dilakukan di masa kini merupakan bukti dan hasil atau prestasi dari para pejuang di masa lalu. Ketika bendera berkibar, di bawah terik matahari, para siswa yang sedang melakukan penghormatan dapat merasakan sedikit sakit dan lelahnya para pahlawan berjerih payah hanya untuk mengibarkan bendera ini secara bebas dulu. Hal ini menumbuhkan rasa syukur dan berterima kasih atas usaha pembebasan para kesatria kemerdekaan dari para penjajah yang telah mengekang bangsa Indonesia dalam lebih dari 3 abad masa yang kelam. Dalam perebutan kebebasan, para pejuang dengan sepenuh hati mempertaruhkan nyawa. Ada yang berhasil selamat, lebih banyak yang tidak. Sekarang, ketika penjajahan secara fisik sudah dilupakan, masyarakat tidak perlu melakukan hal tersebut dan patut bersyukur dan berterima kasih.

 

 

 

maxresdefault
Sumber: google.images

Kedua, pengembangan rasa kerjasama, kepemimpinan, dan kepercayaan diri. Sesuai tradisi, saat perayaan kemerdekaan Indonesia, biasanya diselingi dengan lomba atau kompetisi di sekolah atau wilayah sekitar. Lomba-lomba yang diujikan juga beragam. Mulai dari yang individual seperti pembacaan pidato dan puisi, atau yang secara berkelompok seperti pipa bocor, dll. Rasa kepercayaan diri akan timbul ketika seorang anak melakukan lomba mandiri seperti berpidato di depan umum yang dapat melampaui rasa gugup yang juga mengembangkan keberanian. Sedangkan, ketika siswa melakukan kompetisi beregu, ia akan menumbuhkan rasa kepemimpinan dan kerjasama. Dalam jenis kompetisi ini, dibutuhkan sosok ketua yang mengatur jalannya grup tersebut, juga sikap para anggota yang mau berusaha bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Maka dari itu, para siswa dapat menaikkan rasa percaya diri, kepemimpinan, dan kerja sama.

 

 

 

PRLM 17 Agustus Perlombaan HUT ke-71 RI_WIW_9651
Sumber: google.images

Ketiga, para siswa dapat mengetahui tentang budaya atau tradisi Indonesia dan lebih mencintainya. Dalam perayaan kemerdekaan terdapat banyak unsur budaya. Contohnya, dalam upacara bendera, anak muda dapat mengetahui tradisi dan tata cara yang baik dalam melakukan upacara di Indonesia, bagaimana kelompok baris-berbaris menggerakkan kakinya, atau lagu-lagu nasional maupun daerah yang dinyanyikan sepanjang upacara. Contoh lainnya terdapat dalam lomba 17 Agustusan, begitu orang-orang biasa menyebutkannya, yang sangat meriah. Sebut saja enggrang, panjat pinang, makan kerupuk, balap karung, kelereng, dan lomba-lomba lainnya yang tidak akan mingkin ditemukan di perayaan kemerdekan negara lainnya. Hal ini juga dapat ditemukan dengan hiasan-hiasan atau ornament-ornamen yang menghias tempat acara. Dekorasi tersebut sarat akan unsur ke-Indonesiaan dan kedaerahan. Hal itu membuat anak-anak mendapatkan pengetahuan tentang tradisi dan budaya Indonesia.

Saya percaya bahwa perayaan independensi Indonesia berguna sebagai peningkatan moral siswa. Seperti rasa syukur, kerjasama, dan nasionalisme. Saya berharap masyarakat dapat lebih memeriahkan dan mengerti nilai dari perayaan kemerdekaan Indonesia sehingga bisa mencapai Indonesia yang lebih baik kedepannya. Amin. 

 

Merah darahku, putih tulangku.

Selamat Dirgahayu ke-72, Indonesiaku!

 

Tangerang Selatan, 7 September 2017

Chopard

 

 

 

P.S : Sudah saya post, pak. Terimakasih

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Moral adalah citra yang terpancar dari dalam jiwa, seolah cahaya, ia berpedar, menerangkan gelap oleh kebaikan. Moral baik adalah dasar kemanusiaan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s